Tidak diragukan lagi, Samsung
adalah produsen ponsel
terbesar di dunia saat ini.
Perusahaan asal Korea Selatan
itu menguasai 31,3 persen
pangsa pasar smartphone secara global, meninggalkan
rivalnya Apple yang hanya 15,3
persen.
Kesuksesan Samsung tak lepas
dari peran sistem operasi
Android. Samsung berjaya berkat ponsel-ponsel Android
besutannya yang laris manis di
pasaran. Tapi tahukah Anda,
Samsung ternyata pernah
menolak Android.
Fakta ini terungkap dari buku karya editor Wired, Fred
Vogelstein, yang berjudul
"Dogfight: How Apple and
Google Went to War and
Started a Revolution".
Sekelompok tim engineer yang dipimpin oleh Andy Rubin saat
itu membuat sistem operasi (OS)
baru. OS ini pada awalnya
dimaksudkan untuk kamera
digital, tapi Rubin lalu
memutuskan membangun OS untuk ponsel. Setelah sekitar
satu tahun saat dana mulai
'mengering', tim memutuskan
untuk menjual visi Android ke
perusahaan besar untuk
mendapatkan investasi. Tim yang terdiri dari delapan
engineer itu terbang ke Seoul
pada tahun 2004 untuk
mempresentasikan ide mereka
di sebuah ruangan yang
dihadiri sekitar 20 petinggi eksekutif Samsung. Presentasi
tak berjalan seperti yang
diharapkan. Menurut Rubin
para eksekutif Samsung sempat
menolak dan menertawakan visi
Android saat keluar dari ruangan.
Lalu pada tahun 2005
peruntungan berpihak pada
Rubin. Pendiri Google Larry
Page dan Sergey Brin bertemu
Rubin dan timnya. Page dan Brin melihat peluang Android
dapat menembus platform
mobile. Bukan hanya
berinvestasi di Android ,
Google akhirnya mengakuisisi
perusahaan Android senilai $ 50 juta.
Satu hari setelah akuisisi
diumumkan, Rubin mengatakan
bahwa ia dihubungi Samsung
terkait rencana untuk
mendiskusikan kerjasama yang sangat menarik. Kalau saja
Samsung dulu tak menolak
Android, bukan tidak mungkin
Samsung sekarang semakin kaya
raya karena tak perlu
bergantung pada Google untuk menggunakan Android.
Rubin saat ini tidak lagi
mengepalai divisi Android di
Google. Pada bulan Maret 2013,
Rubin meninggalkan tim
Android untuk fokus pada proyek-proyek yang
berorientasi robot untuk Google